Tampilkan postingan dengan label Prakarya X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prakarya X. Tampilkan semua postingan

8/24/2020

PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X PERTEMUAN KE 6

- 0 komentar

 CATATLAH MATERI BERIKUT INI

1. Teknik dan Material Produksi Kerajinan
Ada juga beberapa teknik dalam pembuatan kerajinan dengan inspirasi budaya lokal nonbenda antara lain sebagai berikut :Bentuk, Jahit, Ukir, Anyam, Tenun dan Ikat Celup


 a. BentukTeknik bentuk dapat digunakan untuk membuat kerajinan dengan inspirasi budaya lokal nonbenda berupa gerabah. Kerajinan rabah umumnya memakai bahan tanah hat. Melalui teknik pijat dan pilin, putar, dan cetak, kerajinan gerabah dapat diciptakan.

 a. BentukAlat-alat untuk menunjang proses pembuatan kerajinan gerabah antara lain meja putar (manual maupun elektrik), kawat pemotong, tempat air, spons, butsir, dan sebagainya.Adapun penjelasan dari teknik putar, cetak pijit, pilin, dan lempengan sebagai berikut :


 a. BentukPutar (throw); teknik ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu meja putar baik manual maupun mesin.Cetak tuang (cast); pembentukan dicetak pada cetakan yang telah dibuat sebelumnya.Pijit (Pinching); pembentukan dengan cara dipijit atau dengan alat pukul.


 a. BentukPilin (Coil); pembentukan dengan cara tanah hat dipelintir menjadi bentuk bulat dan memanjang.Lempengan (Slab); pembentukan menggunakan alat bantu berupa roll pin atau penggiling baik manual maupun mesin. Teknik ini digunakan untuk menghasilkan tebal yang sama.

 a. BentukSedangkan untuk memberikan ornamen pada teknik ini, bisa dilakukan dengan menambahkan pilinan adonan yang ditata sedemikian rupa, pembentukan ukiran menggunakan alat butsir, atau dengan melukis pada kerajinan gerabah yang telah selesai.

 b. JahitTeknik ini digunakan untuk membuat kerajinan dari bahan seperti kain maupun karung. Jahit secara manual atau dengan mesin. Teknik jahit berfungsi untuk merangkai potongan pola kain menjadi kerajinan bernilai guna. Teknik jahit juga bisa berfungsi sebagai ornamen yaitu dengan menerapkan teknik quilting atau jahit tindas. Alur jahitan bisa dibuat dengan arah yang kreatif sehingga membentuk bentuk tertentu.

 c. UkirBahan yang dapat digunakan untuk membuat berajinan yang memakai teknik ukir antara lain lilin, sabun, batu, kayu, dan sebagainya. Teknik ukir merupakan teknik dalam pembuatan ornamen.Bentuk ukiran pada bahan lunak berupa ragam hias flora dan fauna, maupun bentuk ‑ bentuk figuratif dan abstrak.Alat yang digunakan untuk mengukir bahan lunak yaitu seperti alat ukir atau butsir. Ukiran yang detil, rumit dan rapi memiliki nilai yang lebih tinggi.

 d. AnyamAnyam merupakan kerajinan yang umum dilakukan duk daerah di Indonesia. Anyam digunakan untuk menghasilkan barang-barang keperluan sehari - hari seperti keranjang dan tikar. Anyaman dibuat dengan menyilangkan dan merangkai lembaran - lembaran bahan lunak hingga menghasilkan berbagai motif.Sebagai ornamen, motif akan terlihat lebih menarik apabila bahan yang digunakan terdiri dari beberapa warna.

 e. TenunTenun biasa dibuat dari benang seperti kapas, sutra, dan sebagainya. Dalam teknik tenun terdapat dua jenis benang yaitu benang pakan dan benang lungsin. Pakan adalah benang tenun yang disusun sejajar, memanjang dan tidak bergerak. Sedangkan lungsin adalah benang yang digerakkan oleh tangan pada alat tenun untuk diselipkan pada pakan (Rahmi, 2009: 2).

 f. Ikat CelupTeknik ikat celup dalam bahasa Inggris yakni tie dye, merupakan teknik mewarnai kain dengan cara diikat kemudian dicelupkan pada zat pewarna. Proses pembuatannya dapat dilakukan menggunakan kain lalu digulung, menjelujur, lalu kain diikat hingga kencang. Pada tradisi Jawa, teknik ini dikenal dengan nama batik jumputan.


[Continue reading...]

8/10/2020

PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X MIA DAN IIS PERTEMUAN KE 4

- 7 komentar

 CATATLAH MATERI DIBAWAH INI

Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Proses produksi kerajinan dengan inspirasi budaya lokal nonbenda berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.


  • Bahan Baku
  • Teknik Produksi
  • Sumber Daya Manusia


Kegiatan produksi diawali dengan persiapan produksi. Persiapan produksi dapatberupa pembuatan gambar teknik (gambar kerja) atau gambar pola. Gambar kerja atau pola akan menjadi patokan untuk kebutuhan pembelian dan persiapan bahan. Tahap selanjutnya adalah pengerjaan. Kerjakan setiap tahap sesuai dengan perencanaan produksi yang sudah dibuat sebelumnya. Tahapan produksi secara umum terbagi atas pembahanan, pembentukan,perakitan, dan finishing.

Tahap pembahanan adalah mempersiapkan bahan atau material agar siap dibentuk. Tahapan proses pembahanan dilanjutkan dengan proses pembentukan. Pembentukan bahan baku bergantung pada jenis material, bentuk dasar material dan bentuk produk yang akan dibuat. Material kertas dibentuk dengan cara dilipat. Kayu, bambu dan rotan lainnya dapat dibentuk dengan cara dipotong atau dipahat. Pemotongan bahan dibuat sesuai dengan bentuk yang direncanakan. Pemotongan dan pemahatan juga biasanya digunakan untuk membuat sambungan bahan, seperti menyambungkan bilahbilah papan atau dua batang bambu. Pembentukan besi dan rotan, selain dengan pemotongan, dapat menggunakan teknik pembengkokan. Pembentukan besi juga dapat menggunakan teknik las. Logam lempengan dapat dibentuk dengan cara pengetokan. Tahap terakhir adalahfinishing. Finishing dilakukan sebagai tahap terakhir sebelum produk tersebut dimasukan ke dalam kemasan. Finishing dapat berupa penghalusan dan/atau pelapisan permukaan. Penghalusan yang dilakukan diantaranya penghalusan permukaan kayu dengan amplas atau menghilangkan lem yang tersisa pada permukaan produk. Finishing dapat juga berupa pelapisan permukaan atau pewarnaan agar produk yang dibuat lebih awet dan lebih menarik.

Kelancaran produksi juga ditentukan oleh cara kerja yang memperhatikan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Upaya menjaga kesehatan dan keselamatan kerja bergantung pada bahan, alat dan proses produksi yang digunakan pada proses produksi. Proses pembahanan dan pembentukan material solid seringkali menghasilkan sisa potongan atau debu yang dapat melukai bagian tubuh pekerjanya. Maka, dibutuhkan alat keselamatan kerja berupa kacamata melindung dan masker antidebu. Proses pembahanan dan finishing, apabila menggunakan bahan kimia yang dapat berbahaya bagi kulit dan pernafasan, pekerja harus menggunakan sarung tangan dan masker dengan filter untuk bahan kimia. Selain alat keselamatan kerja, hal yang tak kalah penting adalah sikap kerja yang rapi, hati-hati, teliti dan penuh konsentrasi. Sikap tersebut akan mendukung kesehatan dan keselamatan kerja.

Pembuatan kerajinan diakhiri dengan evaluasi terhadap produk kerajinan yang telah dibuat, apakah produk tersebut dapat berfungsi dengan baik? Apakah sudah sesuai dengan ide, bayangan dan harapan kita? Apabila belum, perbaikan apa yang harus kita lakukan agar produk kerajinan yang dihasilkan lebih berkualitas?

[Continue reading...]

7/27/2020

PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X MIA DAN IIS PERTEMUAN KE-2

- 0 komentar
PERHATIKAN VIDEO DIBAWAH INI, KEMUDIAN CATATLAH MATERI  YANG TELAH DISAMPAIKAN.

[Continue reading...]

7/20/2020

PRAKARYA DAN KEWIRAAUSAHAAN KELAS X MIA DAN IIS "KERAJINAN DAN WIRAUSAHA TEKSTIL"

- 0 komentar
MATERI DIBAWAH INI SILAHKAN DI RANGKUM DI BUKU CATATAN PRAKARYA, BERI HARI TANGGAL BULAN DAN TAHUN.

1. Dasar dasar kewirausahaan bidang kerajianan tekstil
a. Perbedaan konsep kewirausahaan dengan wirausahawan
Kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa, dan kemampuan untuk menciptakan suatu hal yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak, dan kemampuan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses atau meningkatkan pendapatan.

b. Sifat wirausahawan bukan keturunan

Sifat wirausahawan itu bukan merupakan keturunan, karena sifat wirausaha adalah hasil proses belajar, siapun dapat menjadi wirausaha kalau dia mau dan tekun. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada hambatan yang sifatnya genetik bagi seseorang untuk menjadi wirausaha.

c. Perbedaan wirausahawan dengan manager

Wirausahawan adalah seseorang yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Sedangkan, Manager adalah orang yang mengatur atau “memanage” dari sebuah usaha tersebut.


2. Stimulasi dan motivasi wirausaha
motivasi dalam wirausaha 
Perkataan motivasi berasal dari Bahasa Inggris yaitu, motivation. Kata asalnya ialah motive.
Motivasi adalah sesuatu yang menggerak dan mengarahkan seseorang dalam tindakan-tindakannya secara negatif atau positif.
Beberapa pengertian motivasi
1. Motivasi adalah suatu bentuk dorongan pikiran dan hati yang menjadi penggerak utama seseorang, sesebuah keluarga atau organisasi untuk mencapai apa yang diinginkan.
2. Motivasi adalah stimulasi atau semangat akibat rangsangan atau keghairahan terhadap sesuatu yang benar-benar diingini.


3. Karakteristik wirausahawan
1. Inisiatif
Seorang wirausaha harus mempunyai inisiatif, yaitu prakarsa atau ikhtiar dalam membuka peluang atau membangun kegiatan yang berguna bagi dirinya dan orang lain.

2. Disiplin
Dalam menjalankan kehidupan dan kegiatan usahanya, wirausahawan dituntut untuk memiliki kedisiplinan. Kedislipinan harus diterapkan dalam berbagai hal, sesuai dengan usaha yang sedang dijalankan.

3. Komitmen Tinggi
Untuk mendukung tercapainya keberhasilan usaha, wirausaha harus mempunyai komitmen yang tinggi terhadap jegiatan usaha yang dijalankannya.

4. Jujur
Sifat jujur adalah perilaku utama yang harus ditonjolkan wirausaha untuk membangun kepercayaan (kredibilitas) dari semua pihak antara lain mitra kerja, kreditor, dan pelanggan.

5. Kreatif dan Inovatif

Wirausaha harus mempunyai kreativitas (daya cipta) yang relatif tinggi, intuisi yang kuat, wawasan yang luas, prakarsa/inisiatif yang relatif tinggi, sehingga mampu menjadi pribadi yang inovatif.

6. Mandiri dan Realistis
Wirausaha harus memiliki sikap hidup mandiri, dinamis, dan dapat memandang kehidupan serta perkembangan bisnis secara realistis. Ia harus memiliki jiwa kepemimpinan dan sikap yang pantang menyerah.
Dengan karakteristik seperti yang diungkapkan diatas, maka seorang wirausaha biasanya mempunyai kemampuan tertentu, antara lain:
• Kemampuan dalam membuka, mencari, menciptakan, dan menggunakan peluang.
• Kemampuan untuk menemukan sesuatu yang baru.
• Kemampuan untuk menyatukan faktor-faktor produksi atau mengorganisasikan perusahaan secara efektif dan efisien
• Kemampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan bisnis, masyarakat, dan pemerintah
• Kemampuan dalam mengambil keputusan dan meminimalkan risiko
• Kemampuan memanfaatkan fasilitas dan teknologi yang ada
• Kemampuan untuk bersaing dengan pihak lain

[Continue reading...]
 
Copyright © . MA NURUL IMAN SEKINCAU LAMPUNG BARAT - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger